Setelah Jabat Kapenrem, Kini Widyaiswara Madya Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan RI

Berita275 Dilihat

Salam Rakyat.com – Bogor, Bila kita jalan-jalan ke Wilayah Kabupaten Bogor setidaknya kita sempatkan untuk melewati Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat tentu akan menjumpai Bangunan yang megah dan luas yang bernama Pusat Pendidikan Bela Negara (Pusdiklat Bela Negara) Badiklat Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI).

Apabila kita masuk Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan RI, akan kita jumpai beberapa bangunan perkantoran dan fasilitas latihan Bela Negara. Rupanya bisa kita jumpai salah satu personel Widyaiswara Madya yakni Letkol Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., yang baru 3 bulan mengabdikan dirinya pada satuan ini.

BACA JUGA =  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Badiklat Manfaatkan Lahan Kosong Yang Ada di Komplek Pusdiklat

Letkol. Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., merupakan Doktor Administrasi Publik lulusan dari Alumni Universitas Negeri Makassar, beliau sebelumnya pernah aktif dalam dunia penerangan saat berdinas di Pendam II/Sriwijaya kemudian menjadi Kapenrem 142/Tatag Kodam VII/ Wirabuana atau Kodam XIV/Hasanuddin. Sebelum menjadi Widyaiswara, Letkol Inf. Dr. Haryo Mustoko sempat berdinas di Puspen TNI hingga akhir September 2022.

Adapun prinsip hidup yang selalu di pegang oleh Letkol Haryo, bahwa ” Kehadiran Kita Dalam Kondisi apapun di Suatu Lingkungan Organisasi Harus Memberikan Warna dan Nilai Manfaat.Setidaknya dengan bekal pengalaman dan pendidikan berharap memberikan transfer ilmu sebagai Widyaiswara Madya ” Tuturnya.

BACA JUGA =  Pj Sekda Sumsel: Tingkatkan Pelayanan Publik, Dukung Program Pembangunan SDM di Pemprov

Kita tentu tahu bahwa Pada era globalisasi, sebuah negara tidak dapat mengisolasi diri, pasti setiap negara akan saling berhubungan dengan negara lain. Maka dari itu, mau tidak mau globalisasi harus diterima. Akan tetapi, ada hal yang patut diwaspadai, yaitu dampak negatif yang ditimbulkan oleh globalisasi.

Jika membendung globalisasi tidak memungkinkan maka yang harus dilakukan adalah membendung dampak negatif tersebut dari dalam. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menumbuhkan, memahami dan melaksanakan Bela Negara.

BACA JUGA =  Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Virus Corona, PCNU Kabupaten OKU Bagi Sembako

(AGUS MAULANA)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar