Tenaga Kesehatan RSUP M Hoesin Lakukan Vaksinasi Tahap Ketiga

Uncategorized405 Dilihat

PALEMBANG – Salamrakyat.com – Sebanyak 3.200 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Muhammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan mendapatkan penyuntikan vaksin tahap ketiga (booster) menggunakan vaksin Moderna.

Direktur Utama RSUP dr Muhammad Hoesin Bambang Eko Sunaryanto di Palembang, mengatakan, ribuan tenaga kesehatan tersebut akan melaksanakan vaksinasi tahap ketiga ini secara bertahap mulai Tanggal 4 hingga 10 Agustus 2021.

“Setelah vaksin diterima dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, maka skema vaksinasi dilakukan secara bertahap yang dimulai hari ini sampai 10 Agustus nanti,” kata dia.

BACA JUGA =  AKP Indera Wilis Mewakili Kapolres OKU Polda Sumsel Hadiri Acara Wisuda TK/TPA/TPQ Dan Tahfizh Juz 30 LPPTKA BKPRMI OKU 2022

Menurutnya, tenaga kesehatan (Nakes) yang kerjanya berhubungan langsung dengan banyak orang sangat rentan terpapar COVID-19 dengan begitu setelah menyelesaikan skema vaksinasi tahap ketiga ini diharapkan imunitas mereka akan lebih kuat.

“Nakes ini pelayan kesehatan publik garda terdepan. Jadi imun mereka harus diperkuat agar pelayanannya maksimal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ancaman terpapar COVID-19 sangat nyata bagi tenaga kesehatan bahkan tidak sedikit gugur, buktinya dari 150 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam perawatan, empat di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA =  HD Komitmen Dorong  Rumah Tahfidz Tumbuh Merata  di Sumsel

“Rincian nakes yang meninggal yakni pada 2020 dari bagian rawat inap dan radiologi, sedangkan pada 2021 dua orang juga yang berasal dari bagian penyakit dalam dan kepala unit rawat jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan Rizal Sanif, mengatakan dengan adanya vaksinasi booster ini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri para tenaga kesehatan selama bekerja.

Sebab apabila pelayan kesehatan publik tidak diperkuat dengan kekebalan tubuh akan sangat rentan terpapar COVID-19 sehingga otomatis berpengaruh pada pelayanan kesehatan.

BACA JUGA =  HD – MY Menandatangani Nota Kesepakatan Bersama Perubahan KUA dan PPAS dan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021

“Jika nakes terpapar COVID-19 hal itu dapat berpengaruh pada pelayanan di suatu fasilitas pelayanan kesehatan,” cetusnya.

Di sisi lain melindungi tenaga kesehatan di sebuah fasilitas kesehatan sangat penting, sebab proses menjadi tenaga kesehatan yang bisa langsung memberikan tindakan terhadap pasien sama sekali tidak mudah.

“Seseorang harus melewati tahap assesment terlebih dahulu dan tidak serta merta bisa memberikan pelayanan, jadi penting sekali menjaga mereka supaya pelayanan tetap optimal,”. (**)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar