oleh

Baturaja Lawyer Club Bersama Ketua DPRD OKU, Pemerintah Daerah dan BUMD

Baturaja,Salamrakyat.com– Mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Mahasiswa se OKU Raya  mengadakan diskusi bersama mengenai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Senin 27/06/2022 . Salah satu tamu undangan yang hadir dan pertama kali datang.  Sebelum yang lain hadir untuk memenuhi undangan dari salah satu Kumpulan Universitas ternama se OKU Raya . Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri.

Disusul oleh dinas-dinas pemerintahan yang ada di Kabupaten OKU. Juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas lain diantaranya Unmaha dahulu (AKMI),  STAI, STIE Dwi Sakti, Akper Al Ma’arif dan lain-lain.

Dalam sambutannya ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri menyampaikan kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam acara ini.
“Hendaklah bagaimana kita berdiskusi untuk membangun secara konstruktif terhadap BUMD yang ada di Kabupaten OKU. Juga mengkritisi  pihak PDAM menurut masyarakat adalah perusahaan yang paling jujur.” ujar Kang Jito.

BACA JUGA =  HD Dorong IKB Manku Terus Tebar Kebaikan Untuk Masyarakat Sumsel

Pada diskusi tersebut Amat Junaedi selaku moderator acara dan mewakili unek-unek yang terpendam selama ini dari masing-masing mahasiswa untuk menyampaikan kepada Herlina Sari selaku perwakilan Dinas tenaga kerja (Disnaker).  Tentang sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan di Kota Baturaja tercinta ini.

Benar saja jawaban dari perwakilan dinas tenaga kerja tersebut sangat mencengangkan seluruh mahasiswa dan tamu undangan yang hadir. Dalam penyampaiannya, salah satu penyebab sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan di Baturaja ini .

“Karena masalah pandemi covid 19 tahun lalu dan tidak adanya laporan mengenai lowongan pekerjaan dari dinas atau instansi terkait kepada pihak dinas ketenagakerjaan apalagi dari pihak pemerintahan daerah.” kata Herlina Sari

Padahal menurut penjelasan nya sudah diberitahukan dari pihak Disnaker kepada pihak pemerintahan daerah tetapi tidak ada tindak lanjut atau pun respon malah pihak perusahaan swasta lah yang lebih menjalankan mekanisme aturan yang telah ditetapkan.  Contohnya City Mall, Ramayana,  Matahari dan lain-lain. katanya.

BACA JUGA =  Gubernur HD Senyum Sumringah,  Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel Segera Dibangun Pemerintah Pusat

“Pemerintah daerah tidak merespon masak kalah dengan perusahaan swasta.”  ucap moderator

Pada sesi pertanyaan selanjutnya, menjadi tanda tanya besar bagi mahasiswa terhadap pihak PDAM. Ditanyakan langsung oleh Nopran Saputra salah satu perwakilan dari mahasiswa Universitas Mahakarya Baturaja.

Menurutnya dari hasil audiensi terhadap pihak PDAM mereka temukan pada setiap slip pembayaran terdapat biaya perawatan sebesar 15.000 rupiah setiap bulannya dan itu pun wajib dibayar oleh setiap pelanggan PDAM.  Menurut hasil survei terdapat 18.000 pengguna dan 130 meteran PDAM yang rusak karena usianya yang sudah tua dan usang.

Dari setiap 15.000 X 18.000 pengguna totalnya 270 juta dan jika dikali 12 bulan menjadi 3 miliar 240 juta dan itu di setiap tahunnya.
Pertanyaannya ke mana perginya uang 3 miliar 240 juta tersebut.

BACA JUGA =  Deru Dorong Pemberian Vaksin Untuk Napi

Sedangkan terdapat 130 meteran PDAM yang tidak mengalami perawatan. Untuk sesi pertanyaan ini pihak PDAM belum bisa menjawab ke mana perginya uang tersebut. Karena yang hadir pada diskusi itu hanyalah perwakilan dari pihak PDAM .

Mereka menyampaikan maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir karena pimpinan mereka sedang dinas ke luar kota dalam rangka menjalin kerjasama terhadap pihak PDAM Bandung. Bertujuan membenahi PDAM yang ada di Baturaja agar dapat difungsikan secara efektif.

Meniru kinerja dari PDAM Bandung dikarenakan di sana adalah salah satu Perusahaan Daerah  Air Minum terbaik di Indonesia.

Salah satu peserta yang tidak ingin disebutkan namanya menyayangkan acara ngopi bareng.

“Acara yang berjudul Ngopi Bareng BUMD tidak ada kopi yang disuguhkan” tutup nya. ( MUSLIM. AS)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar