oleh

Kuntau Baturaje kearifan seni dan budaya leluhur yang hampir punah

Baturaja – salamrakyat.com, Seni bela diri sangat banyak dapat kita lihat di berbagai daerah terkhusus dalam adat dan budaya melayu yang saat ini berkembang pesat menjadi pencak silat akan tetapi dasar dari seni bela diri melayu sejak zaman dahulu ini disebut dengan  KUNTAU, peragaan dan tampilnya kuntau ini menjadi kan wajib di berbagai daerah dalam acara resepsi pernikahan bagi fihak tuan rumah dalam menyambut rombongan besan sebelum masuk guna menerima dan menyambut rombongan besan ini. Jika pendekar dari fihak besan dapat mengalahkan pendekar dari fihak tuan rumah, maka rombongan besan dapat diterima masuk bersama pengantin kemudian di arak dengan seni bela diri kuntau ini.

Kuntau dulunya di latih di kebun pada tanah terbuka dan juga menjadi selingan dari acara persedekahan sehingga menjadi hiburan dan adat khas dari melayu yang terus berkembang ke nusantara menjadi pencak silat .

Pada senin 7 Februari 2022 salamrakyat.com  mengunjungi tempat latihan Kuntau Hikmah Baturaje ( Himpunan Kuntau Khas Melayu Asli Baturaje ) yang latihan setiap malam selasa dan malam kamis di Halaman Kantor Kelurahan Baturaja Lama ini terlihat sangat banyak anak muda yang sedang berlatih Kuntau ini di berbagai tempat, terlihat banyak yang sedang berlatih berkelompok sesuai umur, klasifikasi jurus , baik anak kecil, remaja hingga dewasa dan tak luput dari latihan gendang dan gong pengiring untuk kuntau ini latihan.

BACA JUGA =  Wagub Dongkrak Partisipasi Perempuan di Bidang Politik Hukum, Sosial Dan Ekonomi

Mukri yang merupakan ketua dari Kuntau hikmah Baturaje  yang dikenal sebagai pendekar muda ini mengatakan bahwa latihan Kuntau Hikmah baturaje ini baru di adakan aktif sejak setengah tahun yang lalu sebagian besar masih anak anak dan remaja mulai dari kelas 1 sd sampai dewasa banyak yang bergabung. Terkhusus kuntau ini sudah memiliki cabang di banyak tepat di baturaja ini antara lain Cabang Transitto, Sepancar, Lubuk dingin, Tran Batumarta Unit 1, Kalangan Rebo dan kota Karang.

“ Di kota Baturaja ada sekitar 70 anggota seni Kuntau ini walau total seluruh himpunan se baturaja bias mencapai 2000 anggota” pungkas Mukri ini menegaskan jumlah anggota yang saat ini aktif berlatih.

Senada dengan hal tersebut Elwani selaku penasehat Seni Kuntau Hikmah Baturaje ini sambil melatih pukulan gendang untuk Seni Kuntau Hikmah Baturaja ini mengatakan kepada salamrakyat.com tradisi seni Kuntau ini merupakan ciri khas khusus dari daerah Baturaja walau di akui seni kuntau ini khas dari melayu tapi Kuntau Hikmah Baturaja merupakan jurus yang hanya di turunkan dari sesepuh dari nenek moyang di baturaja kepada orang terbatas dan hal ini berkembang setiap murid yang merantau mengmbangkan khas masing masing sehingga beberapa terjadi penambahan jurus. Begitupun untuk alat music pengiring pukulan jenis dari gendang dan gong berbeda untuk setiap tarian kuntau ini baik tampil bersama beramai ramai, ataupun tanggaman / tari ancap yang umum di pergunakan dalam acara menyambut besan dalam persedekahan pernikahan.

BACA JUGA =  Masyarakat OKU Pertanyakan Keberadaan Perkebunan Sembawa

“ Kuntau Baturaje dengan Nama Kuntau Himkah Baturaje ini mempunyai 8 tingkat dan jenis kelasnya yaitu langkah Satu, Langkah Dua, Langkah Empat, selimpok, tari lading, tari cabang, Tari Tembung, Tanggaman / tari ancap” kata Jhoni Inshak salah satu Pembina Hikmahah Kuntau Baturaje ini menegaskan. Selimpok sendiri berarti perpaduan dua tangan bersamaan ini bias jurus melindungi ataupun keindahan suatu jenis tari kuntau, tari lading cabang dan tembung terkadan bersama ataupun berdua dalam perang terbuka menggunakan senjata dalam seni Kuntau ini. Terkhusus Tanggaman / Tari Ancap merupakan titik dasar pengembangan budaya melayu ini yang mana ini merupakan hal yang wajib dulunya jika ingin menerima para besan undangn dalam suatu resepsi pernikahan. Sengaja kuntau ini didirikan kembali bersama sesepuh sesepuh kampung dari dusun baturaja yang terlah tersebar di berbagai daerah kabupaten Ogan Komering Ulu ini khususnya kota Baturaja berkumpul dan mendirikan Hikmah Kuntau Baturaje ini tegasnya.

BACA JUGA =  DPRD OKU Gelar Paripurna Penutupan Raperda Pertanggung Jawaban APBD 2021

Kuntau Hikmah Baturaje yang latihan setiap malam senin dan malam kamis mulai pukul 8 malam selepas Isha  hingga pukul 10 malam membuka dan menerima murid baru jika ada yang ingin menjadi salah satu murid dari seni Kuntau Khas Kota baturaja ini, Juga kami menerima layanan untuk panggilan dalam memenuhi acara persedekahan baik acara keluarga , pribadi ataupun pernikahan guna terus melestarikan seni dan budaya Kuntau khas Kota Baturaja ini. (red)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar