oleh

Kombespol Purn. Drs Lamazi AS Terus Berjuang Menjemput Amanah Kepemimpinan OKU

#Nahkodai DPD Partai Gelora OKU Langsung Turlap

BATURAJA – Salamrakyat.com – Meski terganjal dan  tidak dapat  menjadi calon bupati dan wakil bupati OKU pada  pilkada serentak tahun 2020, tidak menyurutkan semangat Kombespol (Purn) Drs. Lamazi dalam upaya menjemput amanah kepemimpinan di Bumi Sebimbing Sekundang.

Terbukti sejak dilantik sebagai Ketua DPD Partai Gelora sekitar dua bulan lalu di Hotel Bukit Indah Lestari (BIL) Baturaja, putra asli daerah OKU ini tetap rajin turun kelapangan (turlap) ke pelosok  desa dan kecamatan  dalam upaya menyerap  aspirasi  masyarakat.

Dalam pertemuan dengan Kader Partai Gelora beserta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda  di Kecamatan Peninjauan, Sabtu (9/4)lalu, sekitar pukul 15.00 wib, mantan seragam coklat abu-abu   ini disambut hangat masyarakat Peninjauan yang mengidolakannya.

Dalam pertemuan Kader Partai Gelora itu, Lamazi memaparkan persoalan terganjalnya ia maju menjadi pasangan bupati dan wakil bupati bersama H Eddy Yusuf karena penjelasan Ketua KPU, Naning Wijaya, ST  mengatakan karena Eddy Yusuf tidak dapat mencalonkan bupati karena aturan dan tidak mungkin KPU berani menabrak aturan.

“Baru setelah tanggal 4 Desember 2020 ada perubahan peraturan sehingga, dirinya dan Eddy Yusuf tidak memiliki waktu lagi untuk maju dari jalur independen,” jelasnya.

Sejak ada penjelasan dari ketua KPU OKU itu, tentu saya tetap terus menjalin hubungan politik dengan berbagai tokoh termasuk dengan calon incumbent sendiri sementara   Eddy Yusuf maju melalui jalur parpol berpasangan dengan Ir. H. Hilman, namun lagi-lagi terganjal oleh perebutan parpol pengusung karena semua parpol pemenang pemilu OKU, semuanya mendukung calon petahana, Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH, MM.

BACA JUGA =  Gubernur Sumsel Serahkan 78 Sertifikat Tanah di Kota Lubuk Linggau

“Sehingga pasangan incumbent bertarung melawan kotak kosong pada 9 Desember 2020, yang pada hasil penghitungan suara pasangan ini unggul dari kotak kosong hingga  ditetapkan KPUD OKU menjadi pasangan bupati dan wakil bupati OKU dan dilantik oleh Gubernur Sumsel,” paparnya.

Disini baru saya lebih memahami bahwa dalam politik ternyata harus tetap tegas dan  konsekuen dalam mengambil sikap agar kita tidak menerima janji palsu.

“Saat itulah saya merasa bagian dari calon bupati dan wakil bupati yang termasuk kena PHP (pemberi harapan palsu,red) oleh tokoh yang ada, namun saya diam saja,” tutur Lamazi dengan bawaannya yang selalu tenang dan berwibawa.

Tentu yang membikin hati kita merasa miris karena  akhirnya masyarakat OKU harus menelan pil pahit karena pemimpin yang baru terpilih dan baru sekitar sebelas hari dilantik, pak Kuryana Azis mendahului kita semua  menghadap Allah dan di vonis karena positif terpapar Covid-19 dan sementara Johan Anuar harus melanjuti proses hukum karena kasus TPU.

“Artinya perlu kita sadari apapun rencana yang telah di buat setiap manusia, namun rencana dan agenda  Allah yang maha memutuskan hingga kepemimpinan OKU kedepan harus dipilih melalui DPRD OKU,” ungkapnya.

Lebih lanjut suami Kombespol. Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari, perempuan pertama menjadi Kapolres OKU ini mengemukakan bahwa percaturan politik di OKU dalam meraih amanah kepemimpinan kedepan, tidak menyurutkan dirinya untuk tetap berikhtiar dalam upaya mengabdi  untuk masyarakat OKU.

BACA JUGA =  Deru Resmikan Tujuh Desa Terjauh Dialirkan Listrik

“Saya hadir dan akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat OKU dimana saya dilahirkan dan dibesarkan dalam upaya memberikan edukasi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat agar kepemimpinan OKU kedepan, sikap dan kebijakan pemimpin harus dapat merealisasikan keinginan masyarakat bukan hanya bernafsu untuk meraih kepemimpinan itu saja,” jelasnya.

Soal siapa yang akan dipercaya masyarakat OKU untuk memimpin kedepan bagi dirinya tidak menjadi persoalan dan yang terpenting masyarakat memilih pemimpin bukan karena  money politik dalam perebutan kekuasaan itu, agar pemimpin terpilih benar-benar dapat memperhatikan nasib masyarakat dan selalu berupaya mensejahterakannya.

“Oleh sebab itu, saat ini saya terus akan turun kesetiap desa dalam setiap kecamatan guna memberikan edukasi sekaligus mensosialisasikan keberadaan Partai Gelora sebagai kendaraan politik untuk membawah kepemimpinan OKU kedepan menjadi Berkah,” ungkapnya.

Untuk menuju kepemimpinan OKU yang berkah maka dibutuhkan seorang pemimpin yang berani dan tegas dalam turut memberantas KKN (Korupsi Korupsi dan Nepotisme) yang selama ini menjadi virus awal rusaknya berdemokrasi di negeri ini termasuk di OKU.

“Bagaimana    daerah itu akan mendapatkan pemimpin yang Berkah kalau dari mulai proses penjaringan sudah terjadi KKN seperti mulai mendapatkan kendaraan politik, terjadinya money politik dalam mendapatkan suara sampai saat duduk kepemimpinan ada setoran proyek 10 persen, maka dari itu rusaklah kepemimpinan itu,” tegas Lamazi.

Oleh karena itu, Lamazi dengan tegas mengungkapkan kalau dirinya siap bertarung dan bila diamanahkan oleh masyarakat nanti, saya siap memberantas KKN termasuk tidak akan mengambil seperakpun uang setoran 10 persen yang katanya jatah pemimpin yang tidak tertulis itu namun keberadaannya ada.

BACA JUGA =  Naproni, ST, M.Kom Kehadirannya Pas Dirasakan Masyarakat

“Lihatlah berapa banyak kepala daerah termasuk di Muara Enim yang harus tertangkap karena mengambil fee 10 persen dari setoran proyek. Di OKU bukannya praktek itu tidak ada tetapi belum tertangkap saja,” cetusnya.

Oleh sebab itu, sebagai putra daerah yang sudah 38 tahun meninggalkan kampung halaman karena tugas sebagai anggota POLRI, merasa sangat miris melihat daerah lain di Indonesia maju cukup signifikan, sementara di kampung halaman saya sendiri tidak banyak mengalami perubahan.

“Momentum ini saya gunakan di sisa umur pasca pengabdian sebagai anggota POLRI, saya mencoba memberikan edukasi dan menampung aspirasi masyarakat melalui Partai gelora saya siap menjemput amanah kepemimpinan di OKU yang penuh berkah,”  pungkasnya.

Sementara itu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Sinar Peninjauan menyambut baik kedatangan Lamazi beserta rombongan. Pertemuan tersebut dilakukan dialog, mulai masalah UMKM, persoalan pembangunan sampai kepada rencana pembentukan Partai gelora ditingkat Desa serta masalah kader Partai Gelora harus dapat duduk mewakili masyarakat setempat.

“Kami menyambut baik apa yang disampaikan Ketua DPD Partai gelora yang sengaja terjun langsung kelapangan guna menampung keluhan dan persoalan yang terjadi di Sinar Peninjauan. Mudah-mudahan jika bapak dapat menindaklanjuti keinginan sebagaimana yang disampaikan oleh warga yang hadir,” ujar Tukiman, Ketua DPC Partai gelora Peninjauan. (**)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Komentar