oleh

Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri Kedepan Akan Kawal Nakes Non ASN Agar Masuk Updating Data Kemenkes RI Dan Bisa Ikut Seleksi P3K

 

Suara Rakyat.com.sumatera selatan – Baturaja, Permasalahan yang dialami tenaga kesehatan non ASN baik dari Puskesmas dan Rumah Sakit yang tidak masuk dalam updating data di Kementrian Kesehatan akibat kelalaian petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan menjadi perhatian khusus oleh Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri.

Hal tersebut terlihat ketika perwakilan dari nakes non ASN Puskesmas dan RSUD melakukan audiensi di ruang kerja Ketua DPRD OKU para hari ini Senin, (7/11/2022). Saat berbincang dengan para tenaga medis dan menemukan titik terang adanya kelalaian pihak Dinas Kesehatan. Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri meminta pihak Dinkes OKU untuk legowo meminta maaf kepada para nakes yang namanya tidak bisa masuk dalam updating di Kemenkes RI.

BACA JUGA =  Deru Dorong Pemberian Vaksin Untuk Napi

Dalam kesempatannya Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachrii mengatakan, bahwa tenaga kesehatan baik itu ASN maupun non ASN serta tenaga pendidik, menjadi skala prioritas, baik itu dari segi kelengkapan dan kesejahteraan tenaga nakes dan pendidik.

“Tenaga medis dan pendidik itu sudah jelas menjadi agenda prioritas DPRD,”kata Marjito Bachri.

Lanjut Marjito Bahri, untuk kedepan kita akan mengawal tenaga medis non ASN agar masuk dalam updating data di Kemenkes RI agar bisa ikut dalam seleksi P3K.

BACA JUGA =  The Zuri Hotel Hadir Di Baturaja

“Untuk tahun ini memang tidak bisa lagi masuk karena portal sudah ditutup. Namun kita akan tetap mengawal seperti yang dijelaskan pihak Dinas kesehatan Kabupaten OKU yang akan kembali berusaha menambahkan Nakes Non ASN yang tidak masuk dalam updating,”ucap Marjito Bachri.

Marjito juga menambahkan, dihadapan Kepala Dinas Kesehatan OKU dan nakes, bahwa kedepan akan membuat rencana setiap pemuda-pemudi di OKU yang memiliki prestasi dalam bidang pendidikan yang baik akan disekolahkan diluar semisal ada yang berprestasi Pemkab menyekolahkan dibagian Kedokteran, jika lulus maka pemuda-pemudi tersebut wajib kembali ke daerah untuk mengabdikan diri di kampung halamannya,” pungkas Marjito.

Print Friendly, PDF & Email

Komentar